Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

e-Business Revolution

Udah lama juga ga ngeblog karena sibuk rapat dan ngerjain kerjaan kantor. Kalau senggang mending menulis terkait dengan e-Business. Saat ini lagi ngebaca salah satu revolusi e-commerce ke depan dimana startup transaksi pembayaran menggunakan wajah. Aplikasi ini merupakan salah satu desain dan inovasi teknologi yang akan dikembangkan oleh negara Finlandia. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus pencurian dompet, sehingga pembayaran menggunakan wajah dapat mengurangi resiko dan tingkat kejahatan tersebut.  " Tablet Uniqul pada check-out stations akan mengambil foto pelanggannya. Dalam satu detik, tablet tersebut akan memproses data biometrik untuk menempatkan rekening individu tersebut dengan databasenya, yang akan didaftarkan dengan beberapa kartu kredit utama. Semua pelanggan harus melakukan konfirmasi pembayaram dengan menekan tombol "OK". Perusahaan tersebut diharapkan dapat meluncurkan sistem checkout dan terminal pembayaran di Helsinki. "Semua p...

Sidang Sesi Ke-108 Komite HAM PBB di Geneve

Sumber: http://kominfo.go.id/berita/detail/4058/Siaran+Pers+No.+56-PIH-KOMINFO-7-2013+tentang+Sidang++Sesi+Ke-108+Komite+HAM+PBB+di+Geneve Ada beberapa artikel yang menarik dari hasil sidang sesi ke 108 Kominte HAM PBB di Geneve, berikut ini uraiannya tentang UU pornografi dan UU ITE Nomor Khusus terhadap Kementerian Kominfo, yang sempat dipertanyakan adalah masalah keprihatinan bahwa UU Pornografi berpotensi mengganggu pluralitas dan keragaman seni dan budaya masyarakat. Terhadap masalah yang diangkat oleh Zonke Zanele Majodina (anggota Komite dari Afrika Selatan),   delegasi dari Kementerian Kominfo menyampaikan tanggapannya sebagai berikut: Concerning the Law No. 44 of 2008 regarding Pornography, this particular Law was viewed by some groups as having potential to undermine the respect of many cultures and customs which are very diverse in the country. Possible different interpretation of the Law may undermine the existing space for creativity in the fields...

Konsep e-Business

E-business merupakan praktek pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, penjualan dan penyediaan layanan melalui penggunaan teknologi informasi/komunikasi, dan/atau data yang telah terkomputerisasi (Alter, 2002). Turban (2004) mendefinisikan ada 5 (lima) komponen utama dalam e-Business dan e-Commerce yaitu people, public policy, marketing & advertising, supply services, dan business partnership. People: buyers, sellers, intermediaries, services, people, management. Public Policy: taxes, legal, privacy issues, regulations, and technical standard. Marketing and advertising: market research, promotions, etc Supply Services: logistics, payments, content, security system, etc. Business partnership: affiliate programs, joint venture, exchanges, etc. Daniel dan Wilson (2002) mengidentifikasi keuntungan yang dapat diperoleh UMKM dengan menerapkan e-Business adalah sebagai berikut: Improved competitive position Enhanced and effi...

The Ministry of Communication and Information Technologive permission for using wifi on Garuda Indonesia Flight

Head of Information and Public Relation, The Ministry of Communication and Information Technology, Gatot S. Dewa Broto said " on July 6, 2013, our team had examined the planning of Garuda Indonesian Airlines to support wifi services for Boeing Flight 777-300ER. "This calibration had happened with a joy flight from Jakarta to Denpasar. There are Garuda Indonesian Team, Ministry of Transportation, Telkom." Mr. Gatot said that the total of our team is 8 people (official and staff from General Directorate of Resources Post and Information Tools) with exactly, intensively, no pressure and professionalism regarding safety and security flight must be prioritized. That means, if there is not worth it, so we must say the real fact. They had checked the physics tool, the measurement of signal to access point, and BPS cellular phone in GSM 1800. All of the tools had calibrated which had functional exactly." As the result, when the examination of wi-fi doesn't have in...

Nama Domain

Untuk pengelolaan nama domain di Indonesia telah dilakukan oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia). PANDI merupakan pengelola nama domain internet Indonesia (.id) yang aman, handal, dan terpercaya. Saat ini PANDI sedang melakukan sosialisasi draft kebijakan penyelesaian perselisihan nama domain Indonesia. Dalam draft tersebut ada beberapa materi terkait : jenis perselisihan nama domain, tata cara penyampaian keberatan,  biaya penyelesaian perselisihan dan biaya panel, tata cara penyampaian tanggapan, pembentukan panel, penghentian perselisihan atas kesepakatan, pertentangan kepentingan, pemeriksaan dan pembahasan materi perselisihan, proses pengambilan keputusan, penyampaian hasil putusan panel. Pengaturan Pengelolaan Nama Domain di Indonesia tertuang dalam : UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 pada Bab VI tentang Nama Domain, Hak Kekayaan Intelektual dan Perlindungan Hak Pribadi pasal 23 s/d 24. PP Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi El...

Rekomendasi Kebijakan Pengembangan dan Pembinaan e-Business

Saya senang sekali membaca literatur tentang e-commerce khususnya kebijakan negara lain dalam mengembangkan e-Business . Ada satu poin penting untuk mensosialisasikan e-commerce itu sendiri selain melakukan sosialisasi e-Business secara langsung alias kejar bola adalah dengan membuat satu website yang menjelaskan tentang bagaimana cara untuk online, bagaimana cara membuat website, tips pemasaran, e-commerce, hukum dan keamanan, business tools , blog untuk sharing para pelaku e-Business, dan adanya informasi kebijakan dan kegiatan e-Business.   1. Cara membuat website e-commerce, antara lain: - merencanakan website - mendaftar ke alamat website - mengembangkan website - desain grafis dan branding - pembuatan dan pengelolaan konten - hosting website - website bisa diakses pada perangkat mobile - meluncurkan dan memasarkan website - menjaga aktualitas website 2. Tips Pemasaran, adalah alat pemasaran yang online, meningkatkan trafik website, pemasaran melalui media sos...

Strategic Planning for General Directorate of Informatic Application

I just want to share about how to make strategic planning. Strategic planning is an organization's process of defining its strategy, or direction, and making decisions on allocating its resources to pursue this strategy (Wikipedia). When I studied Strategic Planning of Information System, I got the information that how to make strategic planning. We must identify internal conditions and external conditions in our organization of business and information technology aspect. First, analyze of Business Internal use some methods such as SWOT Analyze, Critical Success Factor Analyze and Value Chain.  Strategic Planning for General Directorate of Informatic Application 2010 - 2014, it applies SWOT (Strength and Weakness) analysis to determine business strategy, business process, and organization environment. Whereas, in Strategic Planning for the General Directorate of Informatic Application 2015 - 2019, we will use the foresight method. The foresight Method has involving top-down an...

e-Readiness on e-Commerce

Sebagai salah seorang pegawai pemerintah di Dit e-Business, saya sangat ingin mengukur e-Readiness pelaksanaan e-Commerce di Indonesia. Alhamdulillah dapat salah satu artikel di (http://www.sed.manchester.ac.uk/idpm/research/publications/wp/di/documents/di_wp18.pdf) yang berjudul " The Impact of e-readiness on e-commerce Success in Developing Countries: Firm Level Evidence " yang ditulis oleh Alem Ayehu Molla dari University of Manchester. Dalam karya tulisnya, beliau menggunakan theoritical framework Molla (2002) and Molla and Licker (2002). eReadiness terbagi atas dua yaitu e-Readiness organisasi dan e-Readiness pihak eksternal organisasi. e-Readiness Organisasi terdiri atas awareness (kesadaran), sumber daya manusia, sumber daya bisnis, sumber daya teknologi, komitmen, dan tata kelola. e-Readiness eksternal antara lain pemerintah, dorongan pasar, dan dukungan kalangan industri. Sedangkan untuk mengukur kesuksesan e-Commerce dapat menggunakan tiga indikator  yaitu seb...

Summary dari Artikel Rise of e-Commerce in Indonesia

Apabila kita bicara tentang e-Commerce, maka isu yang paling penting adalah bagaimana kesiapan masyarakat Indonesia dalam mengadopsi e-Commerce. Realitanya kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih senang bertransaksi langsung daripada melalui transaksi elektronik. Sesuai dengan pernyataan Elisabeth Winiartati, Head of e-commerce di Perusahaan Oakley Indonesia yang menjelaskan bahwa ada tiga hal utama yang mempengaruhi perkembangan e-Commerce di Indonesia, antara lain sebagai berikut: Kurang pendidikan atau sosialiasi kepada masyarakat tentang belanja online Hambatan dari offline team   Koneksi jaringan yang lambat dan sering down sehingga menghambat pembayaran online. Kedepannya, banyak perusahaan lebih concern untuk melakukan pemasaran secara digital, pengelolaan data pelanggan, dan online payment yang terintegrasi dengan pihak perbankan.