Sebagai salah seorang pegawai pemerintah di Dit e-Business, saya sangat ingin mengukur e-Readiness pelaksanaan e-Commerce di Indonesia. Alhamdulillah dapat salah satu artikel di (http://www.sed.manchester.ac.uk/idpm/research/publications/wp/di/documents/di_wp18.pdf) yang berjudul "The Impact of e-readiness on e-commerce Success in Developing Countries: Firm Level Evidence" yang ditulis oleh Alem Ayehu Molla dari University of Manchester. Dalam karya tulisnya, beliau menggunakan theoritical framework Molla (2002) and Molla and Licker (2002). eReadiness terbagi atas dua yaitu e-Readiness organisasi dan e-Readiness pihak eksternal organisasi.
- e-Readiness Organisasi terdiri atas awareness (kesadaran), sumber daya manusia, sumber daya bisnis, sumber daya teknologi, komitmen, dan tata kelola.
- e-Readiness eksternal antara lain pemerintah, dorongan pasar, dan dukungan kalangan industri.
- Kesuksesan proses pengembangan (proyek e-Commerce tepat waktu dan anggarannya sesuai dengan rencana)
- Manfaat dari implementasi e-Commerce (penghematan biaya, komunikasi, dan lokasi pemasaran)
- Keseluruhan tingkat kepuasan dari implementasi e-Commerce.
Komentar