Langsung ke konten utama

Digitization of the Maritime Strategic Sector in Indonesia

Digitization of the Maritime Strategic Sector concentrates on the usage of digital technology in aquaculture fishery for farmers with pond areas less than 5 hectares and focuses on vaname shrimp commodities. On the other hand, this program undertakes capture fishery for fishermen with a large ship of less than 10 GT and a plunge in knitting and lobster commodities. The implementation of digital technology in the maritime value chain from upstream to downstream is expected to increase yield production and carry out the efficiency of production costs. These digital technologies have some advantages namely provide real-time information about pond water conditions, give action recommendations regarding necessity (precision fish farming), provide information about selling price, and facilitate a transaction between fisherman and consumer (capture fisheries).


The value chain of the Maritime Sector has four primary activities such as the provision of inputs (provision of capital and material), production (technical maintenance and cultivation), post-production (technical harvest /capture), and sales (technical pasca-harvest/pasta-capture). Of all activities, four activities have a digital solution for aquaculture fishery and capture fishery, implemented in Indonesia, for example, the provision of capital and material, technical maintenance and cultivation, technical harvest/capture, and technical pasca-harvest/pasta-capture.

In 2021, MCI had implemented an information digital solution for measuring water quality in the pond using IoT in real-time through the usage of water quality sensors for vaname shrimp commodities in Pemalang Regency, Purworejo Regency, and Banyuwangi Regency and a digital solution with the marketplace for rajungan commodities in Sukabumi Regency, Berau Regency, Bangkalan Regency, Bangka Selatan Regency, West Muna Regency, and Wakatobi Regency. 

Water quality sensors can provide the information about temperature, pH, salinity, and dissolved oxygen in the pond water and give recommendations to maintain water quality based on the necessity until the preventive action likely the provision of organic/chalk material to control water quality using automatic daily logging parameters such as water temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen. All parameters can be accessed by android devices for the farmers. Even though, there is a trade digital solution via marketplaces that can give the information about the selling price of capturing products and facilitate the transaction between fisherman and consumers.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyelenggaraan Agen Elektronik

Pada hari Jumat tanggal 23 Agustus, telah dilakukan pembahasan tentang RPM tata cara pendaftaran penyelenggaraan agen elektronik, RPM ini merupakan turunan dari PP PSTE Nomor 82 Tahun 2012. Untuk memahami lebih lanjut, terlebih dahulu kita musti kenal apa itu agen elektronik. Berdasarkan aturan tersebut, agen elektronik adalah perangkat dari suatu sistem elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu informasi elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh orang. Sedangkan definisi penyelenggara agen elektronik adalah setiap orang, penyelenggara negara, dan badan usaha, yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan agen elektronik untuk dimanfaatkan oleh pengguna jasa. Jenis agen elektronik antara lain: mesin ATM, EDC ( electrical data capture) seperti kartu gesek, tempel, NFC, mesin dan sistem barcode recognition yang kesemuanya menjalankan fungsi otomatisasi dari sebuah sistem elektronik. Ruang lingkup agen elektronik yang diatur ada...

Yuk Pelajari Analis Kebijakan Muda

Hari ini saya ingin membahas tentang Apa itu JFT Analis Kebijakan dan bagaimana juknisnya. Saya adalah salah satu dari ratusan ASN di Kementerian Kominfo yang dulunya struktural berubah menjadi fungsional. Hal ini tentu saja membuat kami rada bingung dalam menyusun telaahan staf, policy brief, policy paper, Karya Tulis Ilmiah, dan berbagai produk analis kebijakan. Saya rasanya sudah banyak mengikuti beberapa bimtek baik di you tubenya LAN sebagai instansi pembina maupun pelatihan dari internal organisasi. Namun, memang seorang analis kebijakan semakin paham dalam menyusun  analisis terhadap kebijakan apabila sudah mencoba menulis (learning by doing) lalu kita pun harus lebih rajin untuk menyimpan bukti administrasinya. Ada beberapa peraturan yang kudu dibaca dan dipahami oleh JFT Analis Kebijakan yaitu PermenpanRB Nomor 45 Tahun 2013 tentang JF Anjak Peraturan Kepala LAN Nomor 14 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis  Penilaian Kualitas Hasil Kegiatan Analis Kebijakan Peraturan K...

Kesiapan Industri e-Business menuju IPV6

Seiring dengan pertumbuhan industri Internet di Indonesia, baik disadari maupun tidak, kebutuhan akan alamat Internet Protocol (IP) juga akan meningkat. Operator Internet membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya hingga ke pelosok negeri. Jaringan Internet di Indonesia berikut perangkat-perangkat pendukungnya hingga di tingkat end user masih menggunakan IPv4. Kenyataan yang dihadapi dunia sekarang adalah menipisnya persediaan alamat IPv4 yang dapat dialokasikan. Jumlah alamat yang dapat didukung oleh IPv4 adalah 2 32 bits, sedangkan data terakhir pada waktu penulisan dokumen ini tersisa 7% saja di tingkat Internet Assigned Numbers Authority, organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia. Negara-negara lain sudah menyadari situasi ini sejak awal dekade dan telah memilih untuk beralih ke protokol IPv6. Teknologi IPv6 adalah protokol untuk next generation Internet. IPv6 didesain sedemikian rupa untuk jauh melampaui kemampuan IPv4 yang umum digunakan...