Langsung ke konten utama

Internet of Thing or Internet of Everything

Internet of Thing atau Internet of Everything telah menjadi peluang dan trend teknologi di tahun ini apalagi kalau diterapkan ke sektor publik. Solusi IoE berpotensi untuk merubah segalanya. Contohnya saja, untuk sektor layanan publik (sanitasi). Sektor sanitasi akan mudah dalam melakukan pengambilan sampah dari door to door apabila tong sampah dapat "berbicara" dan mengingatkan departemen pekerjaan umum bahwa tong sampah tersebut sudah penuh melalui media internet. Hal ini tentu saja memudahkan para pekerja untuk mengambil sampah tersebut.

IoT memiliki koneksi dengan mesin dan peralatan melalui media internet bahkan sering menggunakan sensor. Sebagai contoh dalam pengumpulan sampah, beberapa kota menggunakan sensor yang diletakkan di tong sampah yang mengumpulkan data saat tong sampah penuh. Sensor akan mentransmisikan data melalui internet ke komputer sehingga manajer dapat secara efisien melakukan pengambilan sampah.

Perkembangan IoT juga mendorong perkembangan e-Commerce. Pengeluaran negara untuk semua kementerian akan sangat besar dalam mendukung penggunaan IoT yang akan mencapai angka 1,2 triliun US dolar di tahun 2017. Pemerintah di seluruh dunia hendaknya sudah mulai menganggarkan semua "thing" terkait sektor publik dilengkapi dengan sensor yang terhubung dengan jaringan internet sebagai contoh untuk sektor sanitasi, untuk aplikasi yang memiliki dampak besar seperti: traffic and transit control, konsumsi energi di bangunan pemerintahan, program evakuasi darurat dan keamanan. Kedepannya, IoT juga bisa digunakan untuk sektor pertahanan, keamanan masyarakat, imigrasi, kontrol perbatasan, video surveillance, transportasi, sektor iklim, sektor penanggulangan bencana alam.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyelenggaraan Agen Elektronik

Pada hari Jumat tanggal 23 Agustus, telah dilakukan pembahasan tentang RPM tata cara pendaftaran penyelenggaraan agen elektronik, RPM ini merupakan turunan dari PP PSTE Nomor 82 Tahun 2012. Untuk memahami lebih lanjut, terlebih dahulu kita musti kenal apa itu agen elektronik. Berdasarkan aturan tersebut, agen elektronik adalah perangkat dari suatu sistem elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu informasi elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh orang. Sedangkan definisi penyelenggara agen elektronik adalah setiap orang, penyelenggara negara, dan badan usaha, yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan agen elektronik untuk dimanfaatkan oleh pengguna jasa. Jenis agen elektronik antara lain: mesin ATM, EDC ( electrical data capture) seperti kartu gesek, tempel, NFC, mesin dan sistem barcode recognition yang kesemuanya menjalankan fungsi otomatisasi dari sebuah sistem elektronik. Ruang lingkup agen elektronik yang diatur ada...

Yuk Pelajari Analis Kebijakan Muda

Hari ini saya ingin membahas tentang Apa itu JFT Analis Kebijakan dan bagaimana juknisnya. Saya adalah salah satu dari ratusan ASN di Kementerian Kominfo yang dulunya struktural berubah menjadi fungsional. Hal ini tentu saja membuat kami rada bingung dalam menyusun telaahan staf, policy brief, policy paper, Karya Tulis Ilmiah, dan berbagai produk analis kebijakan. Saya rasanya sudah banyak mengikuti beberapa bimtek baik di you tubenya LAN sebagai instansi pembina maupun pelatihan dari internal organisasi. Namun, memang seorang analis kebijakan semakin paham dalam menyusun  analisis terhadap kebijakan apabila sudah mencoba menulis (learning by doing) lalu kita pun harus lebih rajin untuk menyimpan bukti administrasinya. Ada beberapa peraturan yang kudu dibaca dan dipahami oleh JFT Analis Kebijakan yaitu PermenpanRB Nomor 45 Tahun 2013 tentang JF Anjak Peraturan Kepala LAN Nomor 14 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis  Penilaian Kualitas Hasil Kegiatan Analis Kebijakan Peraturan K...

Kesiapan Industri e-Business menuju IPV6

Seiring dengan pertumbuhan industri Internet di Indonesia, baik disadari maupun tidak, kebutuhan akan alamat Internet Protocol (IP) juga akan meningkat. Operator Internet membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya hingga ke pelosok negeri. Jaringan Internet di Indonesia berikut perangkat-perangkat pendukungnya hingga di tingkat end user masih menggunakan IPv4. Kenyataan yang dihadapi dunia sekarang adalah menipisnya persediaan alamat IPv4 yang dapat dialokasikan. Jumlah alamat yang dapat didukung oleh IPv4 adalah 2 32 bits, sedangkan data terakhir pada waktu penulisan dokumen ini tersisa 7% saja di tingkat Internet Assigned Numbers Authority, organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia. Negara-negara lain sudah menyadari situasi ini sejak awal dekade dan telah memilih untuk beralih ke protokol IPv6. Teknologi IPv6 adalah protokol untuk next generation Internet. IPv6 didesain sedemikian rupa untuk jauh melampaui kemampuan IPv4 yang umum digunakan...