E-commerce dan UKM di Negara Berkembang: Sebuah Kerangka Kerja untuk Pengukuran Peranan Agen Perubahan
Ini merupakan sinopsis dari paper karya Richard Duncombe, Universitas Manchester, Inggris. Karya ilmiah ini menjelaskan tentang peranan para agen perubahan/ change agent untuk mendorong adopsi e-Commerce bagi UKM. Ada lima kriteria yang mengkategorisasikan agen perubahan yang diukur berdasarkan 4 tahapan UKM dan kerangka kerja profiling agen perubahan. Karya ilmiah ini untuk mengukur kapabilitas dan motivasi UKM untuk mengadopsi e-commerce sebagaimana dengan pengujian kapabiltas dan motivasi agen perubahan dengan studi kasus negara Uganda.
Kerangka Teori
1. Teori Agen Perubahan
Agen perubahan adalah individu atau organisasi yang mempengaruhi keputusan dan inovasi klien dengan mempertimbangkan arahan agen (Rogers, 1995). Agen perubahan dapat mendorong adopsi ide, perspektif, dan teknologi baru namun dia juga dapat memperlambat proses dan mencegah adopsi inovasi tertentu untuk menciptakan hasil yang tidak diinginkan. Menurut Jones (2004), agen perubahan ini bisa berasal dari internal dan eksternal.
Agen perubahan dapat beroperasi pada level yang berbeda, ada tiga kategori:
- Level Makro, agen perubahan membuat kebijakan dan regulasi untuk meningkatkan lingkungan yang baik bagi perkembangan UKM.
- Level Menengah (Meso), agen perubahan mempengaruhi klien secara langsung.
- Level Mikro, agen perubahan adalah pemilik dan manajer dari UKM tersebut.
- Havelock dan Havelock (1973) mengidentifikasi peranannya sebagai katalisator, pemberi solusi, membantu proses dan penghubung sumber daya.
- Campbell (1989) berpendapat bahwa agen perubahan sering menempatkan marketplace yang gagal ke arah akses informasi pasar dan layanan yang penting dan melayani sebagai inkubator bisnis yang menyediakan pengembangan layanan bisnis dan keuangan untuk para UKM.
- King, dll (1994), agen perubahan sebagai penyebar informasi, pembentukan pengetahuan, pergerakan dan subsidi sebagai campur tangan yang penting untuk mempengaruhi inovasi UKM.
- Kiggundu (2002) fokus peranan yang sederhana sebagai penyedia dan fasilitator solusi.
- Kemampuan Organisasi
- Faktor yang mempengaruhi Motivasi
Komentar