Langsung ke konten utama

Kebijakan negara tetangga, Malaysia dalam pengembangan e-Commerce

Pengembangan Digital Ekonomi dan TIK di negara Malaysia sungguh luar biasa dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Malaysia mengumumkan Malaysian Plan ke-8. Ada beberapa inisiatif yang dikembangkan unttuk membangun infrastruktur TIK bagi sektor publik sebagaimana sektor swasta. Renstranya lebih fokus kepada peningkatan penggunaan komputer dan infrastruktur TIK pada lembaga pemerintahan berupa inisiasi keamanan informasi nasional, pembuatan emergency response centre untuk pengaturan kelembagaan, aspek teknikal dan keamanan internet. 

Berdasarkan data unit intelijen ekonomi, Malaysia memiliki peringkat ke-35 dari 65 negara yang skor tingkat e-readiness-nya lebih rendah dari tahun sebelumnya dari poin 5.61 menjadi 5.42. Meskipun, Malaysia lebih tinggi nilai e-readiness-nya dari negara Thailand, Indonesia, India dan China tapi lebih rendah dari negara Singapura, hongkong, Korea Selatan dan Taiwan (Poong Siang Yew, 2007).

TIK berpengaruh dalam pertumbuhan dan peningkatan ekonomi negara Malaysia. Berdasarkan data dari Departemen Statistik dimana 52,9% populasi penduduk Malaysia dengan rentang umur yang sama. Sebanyak 85 persen pengguna internet penduduk Malaysia  memiliki jangkauan umur antara 15 hingga 50 tahun. Berdasarkan international data corporation  paling banyak pengguna internet adalah profesional, pelajar, dan pedagang.

Pembeli online di Malaysia meningkat dari tahun ke tahun. Pengembangan TIK dan peran pemerintah telah meningkatkan transaksi online di negara Malaysia. Berdasarkan data international data corporation , pembeli online di Malaysia telah mencapai 7,1 juta pada tahun 2008.

Begitu banyak peluang untuk pertumbuhan e-Commerce di Negara Malaysia. Pengembangan TIK juda mendorong e-commerce menjadi bagian yang menarik. Teknologi baru  menyediakan transaksi online yang cepat dan mudah yang dapat mendorong konsumen untuk online dan memberikan keuntungan dalam bidang e-Commerce. Posisi secara geografis juga membantu untuk mempromosikan bisnis secara global. Hal ini dapat mendorong e-Commerce di negara Malaysia. Investasi asing juga menjadi kunci kesempatan bagi perkembangan e-Commerce di Malaysia yang dapat membantu mempromosikan bisnis dan memperkenalkan teknologi baru yang dapat mempengaruhi perkembangan e-Commerce.


.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyelenggaraan Agen Elektronik

Pada hari Jumat tanggal 23 Agustus, telah dilakukan pembahasan tentang RPM tata cara pendaftaran penyelenggaraan agen elektronik, RPM ini merupakan turunan dari PP PSTE Nomor 82 Tahun 2012. Untuk memahami lebih lanjut, terlebih dahulu kita musti kenal apa itu agen elektronik. Berdasarkan aturan tersebut, agen elektronik adalah perangkat dari suatu sistem elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu informasi elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh orang. Sedangkan definisi penyelenggara agen elektronik adalah setiap orang, penyelenggara negara, dan badan usaha, yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan agen elektronik untuk dimanfaatkan oleh pengguna jasa. Jenis agen elektronik antara lain: mesin ATM, EDC ( electrical data capture) seperti kartu gesek, tempel, NFC, mesin dan sistem barcode recognition yang kesemuanya menjalankan fungsi otomatisasi dari sebuah sistem elektronik. Ruang lingkup agen elektronik yang diatur ada...

Yuk Pelajari Analis Kebijakan Muda

Hari ini saya ingin membahas tentang Apa itu JFT Analis Kebijakan dan bagaimana juknisnya. Saya adalah salah satu dari ratusan ASN di Kementerian Kominfo yang dulunya struktural berubah menjadi fungsional. Hal ini tentu saja membuat kami rada bingung dalam menyusun telaahan staf, policy brief, policy paper, Karya Tulis Ilmiah, dan berbagai produk analis kebijakan. Saya rasanya sudah banyak mengikuti beberapa bimtek baik di you tubenya LAN sebagai instansi pembina maupun pelatihan dari internal organisasi. Namun, memang seorang analis kebijakan semakin paham dalam menyusun  analisis terhadap kebijakan apabila sudah mencoba menulis (learning by doing) lalu kita pun harus lebih rajin untuk menyimpan bukti administrasinya. Ada beberapa peraturan yang kudu dibaca dan dipahami oleh JFT Analis Kebijakan yaitu PermenpanRB Nomor 45 Tahun 2013 tentang JF Anjak Peraturan Kepala LAN Nomor 14 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis  Penilaian Kualitas Hasil Kegiatan Analis Kebijakan Peraturan K...

Kesiapan Industri e-Business menuju IPV6

Seiring dengan pertumbuhan industri Internet di Indonesia, baik disadari maupun tidak, kebutuhan akan alamat Internet Protocol (IP) juga akan meningkat. Operator Internet membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya hingga ke pelosok negeri. Jaringan Internet di Indonesia berikut perangkat-perangkat pendukungnya hingga di tingkat end user masih menggunakan IPv4. Kenyataan yang dihadapi dunia sekarang adalah menipisnya persediaan alamat IPv4 yang dapat dialokasikan. Jumlah alamat yang dapat didukung oleh IPv4 adalah 2 32 bits, sedangkan data terakhir pada waktu penulisan dokumen ini tersisa 7% saja di tingkat Internet Assigned Numbers Authority, organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia. Negara-negara lain sudah menyadari situasi ini sejak awal dekade dan telah memilih untuk beralih ke protokol IPv6. Teknologi IPv6 adalah protokol untuk next generation Internet. IPv6 didesain sedemikian rupa untuk jauh melampaui kemampuan IPv4 yang umum digunakan...