Langsung ke konten utama

E-Business Security Architecture

makasih saya ucapkan buat PDSI Kominfo yang sudah menyediakan akses jurnal buat bahan referensi dalam menghasilkan sebuah paper dan karya tulis. Hari ini, saya membaca tentang satu tema menarik yaitu E-Business Security Architecture. Ini dua tema yang ingin saya dalami lebih lanjut, berbekal ilmu dari salah satu dosen manajemen keamanan informasi, bapak Ivano dan satu bidang yang saya geluti selama 5 tahun bekerja di kominfo. E-commerce merupakan bagian dari e-Business, e-commerce merupakan salah satu cara baru e-business dalam menggunakan teknologi. Ada beberapa aspek penting yang menjadi karakteristik e-commerce antara lain sebagai berikut:
1. ruang lingkup komersial yang luas
2. jumlah klien yang banyak
3. mudah dalam pengembangan
4. kemudahan akses teknologi
5. mata uang virtual
6. kecepatan transaksi

Beberapa hal-hal yang terkait elektronik yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa area yaitu: e-commerce, e-banking, e-learning, e-auctions, dan e-government. Dalam hal analisis sebuah sistem, e-Busines dapat dibagi menjadi beberapa komponen yaitu:
1. komponen stakeholder, bagian dari Customer Relationship Management (CRM).
2. komponen administratif, bagian dari Enterprise Resource Planning
3. komponen informasi bagian dari Document Management System
4. Pemrosesan Transaksi digunakan oleh pihak lain untuk berinteraksi

Bagaimana keseluruhan konsep e-business berdasarkan aplikasi perangkat lunak yang menjalankan sejumlah besar data pada jaringan dan database/data warehouse, vulnerability merupakan ancaman yang paling tidak dapat ditolerir.

E-business Security Architecture-EBSA

Model e-Business telah berkembang, lebih kompleks dan lebih bergantung pada teknologi.  Sistem e-business ini dibentuk oleh beberapa komponen yang tidak dapat berjalan secara terpisah dan semuanya mempunyai tujuan yang unik, realisasi ikatan antara proses produksi yang termasuk supplier, faktor produksi, teknologi dan proses distribusi termasuk pelanggan, produk, dan sebagainya.

E-business dapat didefinisikan sebagai bisnis yang bergantung pada dua konsep yaitu reengineering dan integrasi, konsep yang menawarkan keuntungan lebih apabila dibandingkan dengan bisnis tradisional, sebagai contoh: efektivitas direfleksikan dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar, jawaban yang cepat atas kebutuhan pelanggan, efisiensi dengan pengurangan biaya produksi, dan dinamis, karakteristiknya kemampuan konsep e-business untuk menginventariskan dirinya sendiri terhadap perubahan kebutuhan.

Saat sekarang ini ketika banyak barang dan jasa digital tersedia untuk pengguna e-business membawa mereka lebih dekat kepada pelanggan akhir.  Aspek keamanan terhadap sistem e-business  merupakan komponen utama. Di bawah ini dijelaskan tentang e-business security architecture (EBSA).

Arsitektur terdiri dari komponen yang tidak dapat dihilangkan, komponen dapat berinteraksi untuk meyakinkan bahwa proses yang dikenal sebagai Supply Chain Management (SCM). Dalam konteks TIK, dimana sistem e-business merubah banyak informasi, harus dilaksanakan sebagai cara untuk pengamanan integritas, otentifikasi, dan reliability semua transaksi yang kritikal sebagai contoh yang terkait dengan transaksi keuangan, transaksi informasi pribadi, dan transaksi keputusan strategik berdasarkan sistem OLAP.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyelenggaraan Agen Elektronik

Pada hari Jumat tanggal 23 Agustus, telah dilakukan pembahasan tentang RPM tata cara pendaftaran penyelenggaraan agen elektronik, RPM ini merupakan turunan dari PP PSTE Nomor 82 Tahun 2012. Untuk memahami lebih lanjut, terlebih dahulu kita musti kenal apa itu agen elektronik. Berdasarkan aturan tersebut, agen elektronik adalah perangkat dari suatu sistem elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu informasi elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh orang. Sedangkan definisi penyelenggara agen elektronik adalah setiap orang, penyelenggara negara, dan badan usaha, yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan agen elektronik untuk dimanfaatkan oleh pengguna jasa. Jenis agen elektronik antara lain: mesin ATM, EDC ( electrical data capture) seperti kartu gesek, tempel, NFC, mesin dan sistem barcode recognition yang kesemuanya menjalankan fungsi otomatisasi dari sebuah sistem elektronik. Ruang lingkup agen elektronik yang diatur ada...

Yuk Pelajari Analis Kebijakan Muda

Hari ini saya ingin membahas tentang Apa itu JFT Analis Kebijakan dan bagaimana juknisnya. Saya adalah salah satu dari ratusan ASN di Kementerian Kominfo yang dulunya struktural berubah menjadi fungsional. Hal ini tentu saja membuat kami rada bingung dalam menyusun telaahan staf, policy brief, policy paper, Karya Tulis Ilmiah, dan berbagai produk analis kebijakan. Saya rasanya sudah banyak mengikuti beberapa bimtek baik di you tubenya LAN sebagai instansi pembina maupun pelatihan dari internal organisasi. Namun, memang seorang analis kebijakan semakin paham dalam menyusun  analisis terhadap kebijakan apabila sudah mencoba menulis (learning by doing) lalu kita pun harus lebih rajin untuk menyimpan bukti administrasinya. Ada beberapa peraturan yang kudu dibaca dan dipahami oleh JFT Analis Kebijakan yaitu PermenpanRB Nomor 45 Tahun 2013 tentang JF Anjak Peraturan Kepala LAN Nomor 14 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis  Penilaian Kualitas Hasil Kegiatan Analis Kebijakan Peraturan K...

Kesiapan Industri e-Business menuju IPV6

Seiring dengan pertumbuhan industri Internet di Indonesia, baik disadari maupun tidak, kebutuhan akan alamat Internet Protocol (IP) juga akan meningkat. Operator Internet membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya hingga ke pelosok negeri. Jaringan Internet di Indonesia berikut perangkat-perangkat pendukungnya hingga di tingkat end user masih menggunakan IPv4. Kenyataan yang dihadapi dunia sekarang adalah menipisnya persediaan alamat IPv4 yang dapat dialokasikan. Jumlah alamat yang dapat didukung oleh IPv4 adalah 2 32 bits, sedangkan data terakhir pada waktu penulisan dokumen ini tersisa 7% saja di tingkat Internet Assigned Numbers Authority, organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia. Negara-negara lain sudah menyadari situasi ini sejak awal dekade dan telah memilih untuk beralih ke protokol IPv6. Teknologi IPv6 adalah protokol untuk next generation Internet. IPv6 didesain sedemikian rupa untuk jauh melampaui kemampuan IPv4 yang umum digunakan...